UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (UNESA) MULAI ERA BARU PENGAJARAN DAN BELAJAR
Proses belajar mengajar di UNESA telah berkembang—mahasiswa dan dosen tidak lagi terbatas pada sesi tatap muka satu arah. Dengan maraknya pembelajaran digital, mahasiswa kini dapat membawa perangkat mereka sendiri, terhubung ke jaringan kampus, dan menghadiri kelas dari mana saja di dalam area kampus. Untuk mendukung pendekatan baru ini, UNESA perlu meningkatkan infrastruktur jaringannya. Berdiri sejak tahun 1950, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Indonesia, dengan dua kampus utama: Ketintang, yang menampung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Ilmu Sosial dan Hukum; dan Lidah Wetan, yang mencakup Fakultas Pendidikan, Bahasa dan Seni, serta Ilmu Keolahragaan.
- Latar Belakang & Tantangan Utama
Di era digital, universitas berlomba-lomba untuk menjadi kampus tercanggih di Indonesia bahkan global, dimulai dengan mentransformasi sistem lama menjadi sistem digital atau berbasis cloud—mencakup semua aspek seperti fasilitas, jaringan TI, dan infrastruktur kampus. Mahasiswa saat ini tidak lagi memilih universitas hanya berdasarkan reputasi, tetapi juga seberapa inovatif dan siap teknologi kampus tersebut, sehingga persaingan antar universitas semakin ketat dan mendorong kebutuhan untuk berkembang menjadi universitas pintar. Untuk mencapai hal ini, beberapa sektor kunci harus ditangani, dimulai dengan metode pengajaran cerdas yang mencakup pengalaman belajar daring, imersif, dan ubiquitous. Sejak era pasca-COVID, pembelajaran daring telah meningkat lima kali lipat, mendorong universitas untuk menawarkan model pembelajaran hibrida yang fleksibel. Di sisi layanan, mahasiswa juga mengharapkan platform terpadu yang mendukung semua kebutuhan akademik mereka secara efisien. Selain itu, universitas harus memungkinkan kolaborasi riset yang efektif dan menerapkan manajemen kampus pintar yang komprehensif untuk memenuhi tuntutan pendidikan modern.
Namun, dengan kondisi jaringan UNESA saat ini, sulit untuk menyediakan jangkauan yang sangat baik di seluruh kompleks kampus. Kinerja yang lambat pada tingkat akses, distribusi, dan jaringan inti telah menyebabkan pengalaman pengguna yang buruk bagi mahasiswa, dosen, dekan, dan lainnya. Kegiatan belajar mengajar yang mengandalkan streaming video seringkali terganggu. Banyak area di kampus masih kekurangan jangkauan Wi-Fi, dan beberapa masih menggunakan teknologi usang seperti Wi-Fi 4. Hal ini memengaruhi antusiasme mahasiswa dalam belajar.
Salah satu kekhawatiran utama adalah taman yang luas di dalam kompleks kampus, tempat yang tenang dan populer bagi mahasiswa untuk bersantai atau belajar—namun taman tersebut kekurangan jangkauan Wi-Fi, sehingga mahasiswa bingung antara menikmati ruang tersebut dan tetap terhubung. Situasi ini menciptakan kesan bahwa kampus tidak menyediakan dukungan digital yang memadai, yang dapat merusak reputasi UNESA. Mahasiswa dapat dengan mudah membagikan ulasan negatif di media sosial, terutama tentang pengalaman jaringan yang buruk.
Dari perspektif tim TI, memelihara dan memecahkan masalah jaringan yang ada merupakan tantangan. Mereka kesulitan dengan visibilitas yang terbatas, sehingga sulit untuk melacak dan menyelesaikan masalah dengan cepat. Menyadari masalah ini, UNESA kini berencana untuk meningkatkan fasilitas, jaringan TI, dan infrastrukturnya—dimulai dari jaringan. Tujuannya adalah untuk memudahkan semua pengguna tetap terhubung di mana pun di kampus.
Menyadari hal ini tidak dapat dicapai dengan jaringan tradisional yang menawarkan pengalaman tidak stabil, banyak zona mati Wi-Fi, dan proses pemeliharaan yang rumit, UNESA mencari solusi jaringan modern yang dapat menyediakan konektivitas yang lancar dan berkinerja tinggi. Dengan peningkatan ini, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan manfaat dari pengalaman digital yang andal dan efisien, sejalan dengan visi UNESA untuk kampus yang lebih cerdas dan lebih terhubung.
- Solusi Huawei
Huawei, sebagai penyedia solusi TIK terkemuka, hadir untuk mendukung UNESA dengan membangun solusi jaringan kampus yang terkonvergensi. Dimulai dengan beberapa fakultas, Huawei mengganti router UNESA yang ada dengan switch berkinerja tinggi.
Switch inti dipasang di kampus Lidah Wetan dan Ketintang, berfungsi sebagai tulang punggung yang terhubung ke beberapa switch distribusi utama. Switch-switch ini kemudian terhubung ke switch distribusi gedung, karena setiap fakultas terdiri dari beberapa gedung. Dari sana, jaringan meluas ke sakelar akses di setiap lantai, yang kemudian dihubungkan ke titik akses canggih Huawei yang ditempatkan secara strategis di seluruh gedung.

Untuk memastikan konektivitas yang cepat, stabil, dan andal, Huawei mengusulkan switch kelas enterprise generasi mendatang di seluruh lapisan inti, distribusi, dan akses. Di sisi nirkabel, Huawei memperkenalkan titik akses Wi-Fi 6 yang menawarkan kinerja ultra-broadband, latensi rendah, dan konkurensi tinggi—memberikan pengalaman roaming yang lancar di seluruh kampus dan memungkinkan jangkauan nirkabel penuh untuk UNESA.
Untuk operasional dan pemeliharaan, Huawei menerapkan platform iMaster NCE-Campus untuk perencanaan, penerapan, dan pengoptimalan jaringan otomatis—memungkinkan penyediaan layanan cepat dalam hitungan menit. Selain itu, iMaster NCE-Campus Insight, yang didukung oleh analitik big data, diperkenalkan untuk menyediakan visibilitas jaringan menyeluruh dan deteksi kesalahan cerdas, membantu tim TI mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah jaringan dengan cepat dan efisien.
- Manfaat Pelanggan
Cakupan nirkabel sepenuhnya: cakupan jaringan nirkabel sepenuhnya, akses nirkabel hingga 5,95 Gbps, tanpa kehilangan paket dalam roaming cerdas, dan tanpa pembekuan video
Konfigurasi yang disederhanakan: penerapan layanan yang cepat, manajemen jaringan yang disederhanakan, biaya penyediaan layanan 63% lebih rendah
O&M yang cerdas: visibilitas kualitas jaringan, persepsi pengalaman pengguna, visibilitas dalam perjalanan klien, layanan pengguna VIP yang proaktif, 90% lebih sedikit keluhan
- Prospek Masa Depan
Perjalanan menuju kampus cerdas telah dimulai. Tantangan untuk bertransformasi menjadi universitas yang canggih dapat diatasi dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Mahasiswa yang puas dengan pengalaman jaringan UNESA cenderung memberikan ulasan dan testimoni positif, yang menarik calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di universitas tersebut. Ke depannya, UNESA juga dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan pusat datanya, karena mencapai universitas cerdas tidak hanya membutuhkan jaringan cerdas tetapi juga platform cerdas. Dengan jaringan yang saat ini didukung oleh Huawei, UNESA siap menghadapi masa depan di era digital.
Source: https://e.huawei.com/id/case-studies/id/unesa-start-new-era-of-teaching-and-learning
Share It On: