Pengujian Pure Water KIT berbasis STEM
Pusat Unggulan Iptek (PUI) EduSTEM Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah sukses melakukan uji coba alat penjernihan air "Pure Water Kit", sebuah inovasi terbaru dalam teknologi untuk mengajarkan penyaringan air dalam pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 5 Mei 2025 di SMAN 1 Kriyan, dan 6 Mei 2025 di SMA 7 Muhammadiyah Surabaya.
Inovasi Teknologi Penjernihan Air untuk Lingkungan Sekolah
Pure Water Kit dirancang untuk memberikan alat pembelajaran untuk menjernihan air yang efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau. Alat ini memanfaatkan kombinasi teknologi filtrasi mekanik dan karbon aktif untuk menghilangkan kontaminan serta meningkatkan kualitas air agar layak digunakan.
Pengujian ini bertujuan untuk menilai efektivitas dan keandalan alat beserta perangkat pembelajaran untuk Pure Water Kit serta mengumpulkan data terkait kinerja dan efektifitas pembelajaran menggunakan Pure Water Kit.
Hari Pertama: Uji Coba di SMAN 1 Kriyan
Pada 5 Mei 2025, tim dari PUI EduSTEM Unesa melakukan implementasi pembelajaran menggunakan alat peraga sederhana Pure Water Kit di SMAN 1 Kriyan. Sebanyak 40 siswa mengikuti pembelajaran dan menyusun alat Pure Water Kit. Siswa menyaksikan bahwa air keruh yang digunakan berubah menjadi air jernih setelah dimasukkan ke dalam alat peraga penjernihan air.
Tim juga melakukan pengujian kualitas air sebelum dan sesudah penyaringan dengan parameter seperti tingkat kejernihan, adanya ednapan, serta pH air. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa alat ini berhasil menyaring lebih dari 90% partikel kotoran dan zat pencemar dari air uji coba.
Hari Kedua: Implementasi di SMA 7 Muhammadiyah Surabaya
Pada 6 Mei 2025, kegiatan berlanjut di SMA 7 Muhammadiyah Surabaya. Di lokasi ini, uji coba dilakukan pada sumber air dengan karakteristik berbeda untuk memastikan alat mampu beradaptasi dengan variasi kualitas air.
Para siswa dilibatkan dalam eksperimen langsung, menguji kecepatan filtrasi serta membandingkan hasil penyaringan dengan metode konvensional. Kepala sekolah, Rufiah, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan agenda yang dinanti, karena dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Setelah uji coba ini, PUI EduSTEM Unesa akan melakukan analisis data hasil pengujian untuk mengukur bagaimana efektivitas alat terhadap tujuan pembelajaran. Langkah berikutnya adalah merancang model implementasi yang lebih luas, seperti di sekolah-sekolah.
Source : https://edu-stem.unesa.ac.id/post/pengujian-pure-water-kit-berbasis-stem
Share It On: