Komitmen Unesa pada Inklusi Sosial: Wisudawan Tunanetra Elpanta Tarigan Menjadi Pegawai Tetap, Mendukung SDG 4 & SDG 10
Pada prosesi wisuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Rabu, 29 April 2026, Elpanta Tarigan menjadi sorotan utama bukan hanya karena postur fisiknya yang mencapai 215 cm, tetapi juga karena ketangguhan mental dan perjuangannya yang luar biasa. Sebagai seorang penyandang disabilitas netra, Elpanta berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) hanya dalam waktu tujuh semester, lebih cepat daripada mahasiswa reguler yang biasanya membutuhkan delapan semester atau lebih.
Elpanta kehilangan penglihatan pada usia 12 tahun, namun ia tidak membiarkan keterbatasannya menghalangi cita-citanya. Dengan bantuan teknologi asistif, seperti perangkat pembaca layar pada laptop, ia berhasil mengakses materi kuliah dan menyelesaikan tugas dengan efisien. Prestasinya ini menggarisbawahi pentingnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang mengutamakan akses pendidikan yang inklusif bagi semua, termasuk penyandang disabilitas.
Sebagai apresiasi atas dedikasi dan prestasinya, Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan M.Kes., menawarkan dua pilihan luar biasa kepada Elpanta: beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S2 atau menjadi pegawai tetap di Unesa. Elpanta memilih untuk bergabung sebagai pegawai tetap, yang juga memberi akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister dan Doktoral melalui skema beasiswa internal. Keputusan ini sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yang menekankan pentingnya menciptakan peluang kerja yang setara dan berkelanjutan bagi semua individu.
Selain itu, Unesa juga menegaskan komitmennya terhadap SDG 10: Mengurangi Ketimpangan, dengan memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi. Melalui kebijakan bantuan UKT dan Zero DO Policy, Unesa memastikan bahwa faktor ekonomi tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa untuk terus berprestasi.
Elpanta, yang kini siap memberikan kontribusi di lingkungan kampusnya, bertekad untuk tidak hanya mendalami pendidikan inklusi, tetapi juga membantu masyarakat lebih luas dalam menerima teman-teman disabilitas. Ia berharap dapat terus berperan dalam mengembangkan pendidikan luar biasa di Indonesia, khususnya di kota kelahirannya, Medan.
Baca Artikel Lengkapnya: Sosok Elpanta Tarigan, Wisudawan Disabilitas Netra Unesa Lulus 7 Semester dan Ditawari Jadi Pegawai
Sumber: Artikel ini diadaptasi dari Surya.co.id yang telah memuat berita tentang perekrutan ini. Untuk konten lebih lanjut, kunjungi Surya.co.id.
Share It On: